Mengaji adalah aktivitas membaca Alqur'an yang dilakukan oleh umat muslim. Mengaji juga merupakan ibadah yang mendapat ganjaran pahala dari Allah S.W.T. Sebagai muslim kita wajib bisa membaca Alqur'an. Karena Alqur'an adalah kitab suci umat Islam yang menjadi pedoman hidup bagi umatnya. Lantas dengan mengaji kita akan mendapatkan banyak  ilmu pengetahuan dan ajaran hidup yang tak akan pernah ketinggalan akan waktu.
Aktivitas mengaji bukan sekedar tau membacanya saja, namun juga harus tau hukum bacaan, tajwid dan makhraj hurufnya, agar bacaannya tidak salah dan tak pula salah arti .
Di tempat tinggal kami ada seorang guru ngaji yang masih gadis, beliau mengajar ngaji tanpa mau dibayar. Anak muridnya bukan sedikit. Mulai dari anak yang belum bersekolah sampai yang duduk di bangku SMP. Tentu waktunya akan tersita untuk mengajari anak-anak itu mengaji. Namun keikhlasan yang luar biasa yang ditampakkannya memang bukan main-main. Mulai dari jam 3 siang hingga menjelang maghrib ia mengajar. Di waktu ashar berhenti sebentar untuk melaksanakan shalat ashar, kemudian lanjut lagi.
Dari jam 3 sampai menjelang ashar, yang diajar adalah anak-anak yang mengaji iqra'. Selanjutnya setelah shalat ashar ia mengajar anak-anak yang sudah Alqur'an. Tentu kalau kita orang biasa akan mengeluh dengan keadaan itu, tapi beliau sangat ikhlas dan tenang. Seperti tak merasakan capek sama sekali.
Tak jarang murid-muridnya sering menang dalam mengikuti lomba baca Qur'an, karena beliau mengajarkan anak-anak dengan penuh kesungguhan. Dan apabila terdapat kesalahan bacaan, maka anak akan disuruh mengulang sampai bisa. Alqur'an adalah ayat-ayat Allah, jadi sudah seharusnya kita membacanya dengan benar, pungkasnya. Ditambahnya lagi "Saya takut berdosa bila saya mengajarkan yang salah pada anak-anak ini, sehingga saya wajib mengajarkannya dengan betul-betul".
Sungguh luar biasa, masih gadis namun punya perhatian besar pada pendidikan agama bagi anak-anak. Perkenalkan namanya adalah Halimah, anak-anak biasa menyebutnya dengan bu Limah. Arti dari kata Halimah ini adalah sederhana, lemah lembut dan sabar. Sesuailah dengan penampilannya. Tak salah ibunya memberi nama Halimah kepadanya.
Untuk muridnya yang sudah Alqur'an beliau menerapkan sistem hapalan bagi mereka. Anak-anak disuruh menghapal mulai dari jus 30 hingga jus 1. Untuk  penyetoran ayatnya, anak-anak tersebut dimasukkan ke dalam sebuah naungan membaca alqur'an, seperti rumah tahfiz yang dimana ia juga sebagai pengajar disana. Dan semuanya gratis, tinggal ongkos kesana saja yang ditanggung masing-masing anak.
Tak hanya itu, kebaikan beliau sungguh luar biasa. Dengan biaya sendiri ia rela menempahkan baju untuk anak-anak yang menghapal Qur'an tersebut. Ia tidak meminta uang sepeserpun. Setiap ada kegiatan lomba beliau selalu mengeshare informasi tersebut melalui grup wa. Beliau siap menyemangati dan mengajari anak dengan tulus. Bahkan pada saat ulang tahun RI yaitu tanggal 17 Agustus, beliau meyiapkan hadiah dan membuat lomba kecil-kecilan untuk anak-anak didikannya. Rasanya jarang ada orang seperti dia, yang rela berkorban demi menyenangkan anak-anak.
Bukan sampai disitu saja. Anak-anak yang sudah lancar membaca Alqur'an, bagus tajwidnya, dibawanya ke suatu tempat. Tempat itu adalah sebuah rumah milik seorang warga. Disanalah tempat berkumpulnya para ibu-ibu wirid yasin yang ingin memperdalam ilmu membaca Alqur'annya. Nah anak-anak yang dibawanya digilir bergantian setiap minggu untuk mengajari ibu-ibu wirid tersebut. Anak-anak ditampilkan sebagai guru, sehingga anak memiliki keberanian menghadapi orang di luar sana.
Taka ada kata lain selain Luarr biasa untuk ibu Halimah. Semoga apa yang engkau ajarkan menjadi ladang pahala buatmu dan amal jariyah yang tak terputus sampai kapanpun. Aaamiiin ya rabbal 'alamiiin.