Identitas Buku
Judul Buku : Lakipadada dan Mustika Tang Mate
Penulis Buku : Arum Kartika
Penerbit Buku : Gita Nagari
Tahun Terbit : 2010
Cetakan 1 : 2010
Tebal buku : iv + 39 halaman
Buku dengan judul Lakipadada dan Mustika Tang Mate merupakan buku yang bernuansa cerita rakyat. Diapdaptasi dari Legenda Lakipadada cerita asli dari Tanah Toraja. Ditulis oleh seorang pengarang yang kala itu masih duduk di bangku SMA. Kak Arum Kartika namanya.Â
Walaupun berasal dari Sleman, Yogyakarta, tak mengurungkan niatnya untuk mencoba berkarya dengan menggunakan budaya saudara kita di Toraja sana. Buku ini menjadi salah satu karya besar anak kelahiran 1993 itu karena karya ini membawa dirinya menjadi pemenang pertama Sayembara Menulis Cerita Rakyat Versi Modern tahun 2010.Â
Diusianya yang masih belia patut yang diberikan apreasiasi yang luar biasa karena telah membuat karya yang turut membanggakan bukan hanya untuk dirinnya saja tapi juga keluarga sekolahnya serta bangsa Indonesia tercinta. Patut dijadikan tauladan ini.
Cerita dalam buku ini berpusat pada tokoh Lakipadada. Disini terlihat kuat sekali penggambaran tokoh utamanya. Lakipadada adalah putra mahkota dari kerajaan Toraja yang memiliki karakter dekat dengan masyarakat, fisik yang bagus dan juga sudah menamatkan pedidikan perguruan tinggi namun dia belum ada keinginan untuk menikah walau banyak wanita di Tanah Toraja yang jatuh hati padanya.Â
Lakipadada pun belum ada keinginan untuk menjadi raja di negerinya karena dia merasa belum mampu menopang kehidupan rakyak dengan bijaksana. Padahal apabila dia orang yang gila jabatan tentu saja diambilah jabatan itu tanpa berpikir panjang.Â
Selama ini tapuk kepemimpinan dipegang oleh kakak tertuanya. Keseharian, setiap sore Lakipadada suka berbagi cerita tentang kisah-kisah Nusantara dengan anak-anak yang tinggal didekat istana. Pembawaan cerita yang unik dan menarik membuat antusiasme anak-anak tak pernah surut untuk mendengarkan cerita-ceritanya.
Semenjak kematian ibunya Lakipadada dirundung kesedihan yang mendalam. Ibunda beliau meninggal di waktu yang tidak disangka-sangka dikarenakan kecelakaan. Ibu Lakipadada belum sempat mendapat pertolongan medis. Tentunya hal itu mejadi pukulan yang berat bagi putra mahkota Kerajaan Toraja tersebut.Â
Pada akhirnya, bayangan kematian selalu menghantui kepala Lakipadada. Banyak waktunya dihabiskan untuk merenungi hal tersebut yang membuatnya semakin dihantui dengan kegudahan dan ketakutan. Tentu saja  hal itu membuatnya tersiksa.
Pada suatu malam Lakipadada bermimpi buruk. Kakak keduanya, Putri Mawar meninggal dunia. Ketika terbangun, membuat hati Lakipadada gelisah. Lakipadada mencoba menenangkan diri bahawa itu hanya bunga tidur semata tapi semakin keras Lakipadada berusaha mengusir prasangka itu dari otaknya, semakin kuat ketakutan mencekam dirinya. Â
Apa hendak dikata, mimpinya benar-benar menjadi kenyataan. Kakaknya benar-benar meninggal dunia saat melahirkan sang pangeran kecil. Betapa terkejutnya Lakipadada dan keluarga. Kesedihan yang mendalam menyelimuti seluruh istana kerajaan.