BratanewsMedia.ID _ 24/8/2020 _ Pati _ ddf _ mungkin Jagad Maya tak asing dengan Pengaduan Mas SH Â yang dipermainkan kasusnya Oleh entah siapa , sampi semua Laporannya Mankrak dan Mandul di meja saja , dan Belum ada Uapay tindak lanjut .Â
Perih rasa hatinya karena tidak jalannya Kasus Persekusi dan penculikan  yang dialaminya Tahun 2011, Viral Permohonan keadilan Kepada Presiden Susilo bambang yuidoyono sampai Kepada  Bapak Jokowi , Tentang Nasib  saudara Sholihul Hadi (YBS ) alias Didik , seorang Warga Desa Karangkonang, Kecamatan  Winong, Kabupaten Pati,Bermunculan di Media warganet .. dirinya  ini tak habis Pikir  dengan Proses Hukum yang dijalankan  Negara  yang seharusnya Melindungai kemerdekaan Setiap warga Negara agar tidak dilanggar Oleh Sesama . Upaya  yang dilakukan , mulai dari Pelaporan sampai dengan Permohonan , maupun Sommasi dilakukannya .-

Bambang permadi alias Bongkrek , Korban sudah melayangkan Banyak surat yang tembusannya Bahkan sampai Ke Kapolri dan presiden, yang intinya YBS  Mohon bantuan semua Lembaga LSM, Media , Lembaga donor Independen-Probono Berkenan untuk membantu pelaporan dan pengungkapan kasus  terkait  Peristiwa "perampasan , perampokan , Persekusi ,pembegalan dan Penculikan atas anaknya HD (9TH) dan istrinya, WW ( 37 TH) , saat Kejadian 11/11/2011 , yang dilakukan Oleh BAMBANG PERMADI  yang disinyalir adalah oknum anggota Polsek sukolilo, Polres Pati kepada Indah wahyu widyawati dan Hilda fitria Dwi Ayu Syahbrina Desmayanti terjadi Pada malam jam 22 malam ,sekitar tanggal 11-11-2011  TKP kejadian di Mojolawaran ,Gabus . -

Pada waktu kejadian Korban tahu  dengan sangat  Jelas bahwa  Pelakunya  adalah Oknum Polisi , Anggota Polsek Sukolilo an Bripka Bambang permadi dan dibantu  Preman BS ,  Katan kidul ,  dimana dua Pelaku  ini Beralih peran ,yang satu sebagai eksekutor yang memculik danmembawa kabur atas anak dan istri korban sedang lainnya menganiayan dan mempersekusi Korban secara langsung dilanjutkan mengintimidasi yang intinya Jika berani melaporkan Kasus ini ( waktu itu) , korban akan dihabisi sewaktu waktu termasuk Keluarganya .Â
Kronologi lainnya ,waktu  pada saat kejadian , Korban langsung berkomunikasi dengan  Beberapa Anggota Polsek ,  melaporkan secara Lisan  Bahkan tertulis , namun kenyataannya laporan sampi dengan 10 Tahun hanya menjadi tumpukan kertas di meja  Polsek , maupun Polres Pati . Pelaku dan Rombelan lain  yang diduga turut serta menjadi  Pembantu kejahatan ini , bauk memfasilitasi, menyekap dan melakukan terror dan intimidasi , dan Permufakatan jahat yang sudah dirancang jauh hari  Kepada Korban.
namun sampai sekarang kasus mandul dan menguap , seolah  Belum ada penelusuran serius ,  dugaan  ada pelaku-Pelaku  lainnya dengan motif lain serupa seperti  Kejadian Pertama yaitu Persekusi Untuk menguasai Istri sah Orang untuk Permainan . Atas Kepriohatinan ini korban Melalui LSM KUB Arum Taylor , Juga mohonk  untuk  dilakukan penyelidikan secara serius , Pengembangan dan penuntasan kasus ini oleh POLRES Pati  sesegera Mungkin   _ Kasus Persekusi, penculikan , perampasan dan pemerasan dilakukan Oknum Po9lisi ini sudah kesekian kalinya dan berlangsung sepuluh tahun , korban perampasan  masih mencari keadilan dan mecari Bukti bukti lain , serta Petunjuk atas Peristiwa  penculikan dan penyekapan oleh BBPM selama 11 tahun berjalan.
"Mohon keseriusan POLRES PATI segera mengungkap kasus tersebut dan mengungkap pelaku-pelakunya ..untuk Konfirmasi keterangan kasus hub  Kami di 082325958964  , Mohon Kepada Semua bantuan lembaga Donor yang berkenan Membantu untuk mengungkap Kasus ini "pungkas Hartini ..( Yusuf ananta _BratanewsMedia )
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI