Mohon tunggu...
Kostan D. F. Mataubenu
Kostan D. F. Mataubenu Mohon Tunggu... Dosen - Akademisi Gado-gado

Suka olahraga sepak bola Memvaforitkan LIVERPOOL. . . Sesekali melirik politik

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Gilas Leeds United Setengah Lusin Gol, Liverpool Teror Manchester City dan Chelsea

24 Februari 2022   07:44 Diperbarui: 24 Februari 2022   08:14 306
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Moh Salah mengeksekusi pinalti saat Liverpool melawan Leeds United di Anfield, kamis 24 Februari 2022 di anfield || Sumber: kompas.com

Kemenangan terbesar Liverpool di liga Inggris musim 2021-2022 ternyata bukan dengan skor 5-0 saat melawan Mancehester United. 

Kemenangan terbesar itu saat melawan Leeds United pagi ini, kamis 24 Februari 2022. Kemenangan terbesar dengan skor 6-0 bagi Liverpool. 

Leeds United yang sedang berjuang untuk jauh dari zona degradasi namun harus berhadapan dengan Liverpool yang sedang dalam performa top. Mengalami kekalahan ini membuat Leeds dibayang-bayangi oleh ancaman turun kasta. Meskipun saat ini, Leeds United berada di posisi 15 di tabel klasemen dengan poin 23 dari 25 pertandingan, namun hanya berjarak 3 poin dari zona degradasi yang dihuni Burnley yang baru bermain 23 kali. 

Leeds pasti sadar akan hal itu ketika datang ke Anfield. Mereka juga pasti sadar akan ancaman Liverpool bagi mereka. Memang untuk menang melawan Liverpool saat ini agak sulit bagi tim mana pun melihat performa yang ditampilkan Liverpool sejauh ini. 

Kemenangan telak Liverpool atas Leeds United adalah wajar. Karena Leeds bermain terlalu terbuka dan longgar. Mengusung formasi 4-1-4-1, dengan permainan cepat dan terbuka sangat berbahaya untuk melawan Liverpool yang punya penyerang sayap yang cepat dan mematikan. Belum lagi bek-bek sayap yang sering menyalip ke depan. 

Tampak bahwa seringkali bola yang lepas dari tengah ke lini depan Liverpool langsung berhadapan dengan lini pertahanan Leeds United tanpa ada filter dari lini tengahnya. Sudah begitu ketika Leeds sedang asyik menyerang dan bola terlepas dari penguasaan mereka, hanya tertinggal 3 pemain belakang yang berjibaku menahan laju Moh Salah atau Diaz dan Mane. 

 Kondisi ini membuat gawang Leeds sering dalam kondisi bahaya. Hal ini tampak dari statistik di mana Liverpool melakukan 23 percobaan dengan 15 tepat sasaran dan 6 berbuah gol. 

Sebenarnya ada 4 pemain di antara lini tengah Liverpool namun mereka gagal menjaga jarak untuk mempersempit pemain tengah Liverpool yang diisi oleh Thiago, Curtis Jones dan Fabinho. Pasing-pasing Leeds ke depan atau ke sayap mereka tidak berjalan mulus. Leeds yang biasanya menang penguasaan bola tidak berjalan kali ini melawan Liverpool. 

Dalam pertandingan melawan Man United, Everton dan Aston Villa misalnya, Leeds selalu menang dalam hal ball posesion. Kecuali saat melawan Man City dan Chelsea. 

Di sisi lain, tim Liverpool bermain dengan luar biasa. Ada hal menarik dari Liverpool kali ini. Trent dan Robertson sering tidak ada di posisi mereka sebagai bek sayap. Terutama Trent yang kebanyakan berada di depan sejajar dengan para striker. Posisi bek sering dicover oleh Fabinho atau bahkan Moh Salah. Jika terjadi serangan balik, Trent selalu harus berlari dari depan ke posisinya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun