Anjloknya nilai rupiah terhadap dolar Amerika memang membuat heboh dunia perekonomian kita. Bahkan baik Senin atau Rabu kemarin sempat menyentuh angka 16.000-an, nyaris ke angka 17.000.
Tak sedikit yang meyakini hal tersebut adalah imbas dari wabah Covid-19 di mana dalam sebulan terakhir merebak di Indonesia. Namun berkaca dari negara lain, wabah ini bukanlah satu-satunya penyebab dan semestinya pemerintah bisa menyiasatinya agar rupiah tetap kuat.
Salah satu artikel yang membahas soal merananya rupiah menjadi populer kemarin, bersama dengan beberapa artikel lainnya yang kami sajikan berikut ini.
Corona Tidak Bikin Rupiah Merana, Ternyata Ini Biang Keroknya

Ada apa dengan Filipina? Mengapa mata uangnya bertahan kuat di tengah wabah Corona padahal negara tersebut juga diterjang oleh Covid-19. (selanjutnya)
Belajar dari Pengalaman Tiongkok Soal Work from Home
Ilustrasi WFH via Piqsels.com

Jika WfH dilaksanakan dengan benar katanya bakal mendorong produktivitas dan moral kerja. Namun hati-hati, jika dikerjakan serampangan malah bisa mengakibatkan inefisiensi, rusaknya relasi kerja, sampai rontoknya motivasi karyawan.
Mereka bilang di Tiongkok akibat gencarnya promosi pola kerja dari rumah oleh pemerintah akibat pandemi Covid-19 ini, telah mengubah sistem kerja dari pola 996 ke pola kerja 007. (selanjutnya)
Peluang AHY dan Puan Maharani Menuju Pilpres 2024

Tapi kelihatan Puan Maharani tidak secerdas persiapannya atau kesiapan diri dibanding AHY dalam berpolitik menuju RI satu. Walau AHY terhitung singkat merajuk karirnya dalam perpolitikan Indonesia. (selengkapnya)
Salah Telanjur Tinggalkan Jakarta dalam Situasi Bahaya Covid-19
Dok. Getha Dianari

Dibandingkan ketakutan jika seandainya saya terjangkit, saya lebih khawatir jika ternyata ketiga anggota keluarga saya lainnya di rumah terjangkit karena saya membawa virus dari Jakarta.
Terlebih, selagi di Jakarta saya sempat berinteraksi dengan kawan yang baru kembali dari Malaysia dan Jepang, meskipun saya bersyukur mereka dalam keadaan sehat sampai saat ini. Pasalnya, seseorang bisa saja tidak menunjukkan gejala sama sekali tetapi membawa virus dan menularkannya.(selanjutnya)