Lima cara menyikapi perselingkuhan dan (semoga) bisa menjauhkannya dalam hubungan.

Kedua, tetap jaga etika ketika bergaul. Sebagai orang yang sudah menikah, tentu mesti semakin pandai menjaga diri dalam interaksi. Â Interaksi dan komunikasi yang rutin dan intens paling bertanggung jawab atas munculnya benih-benih cinta di antara dua anak manusia.
Ketiga, mendalami dengan taat ajaran agama. Perselingkuhan bukan merupakan ajaran agama apapun. Meski dalam islam ada yang dinamakan poligami, tetap saja mesti adil dalam memutuskan dan bertindak.
Keempat, pilih teman bergaul. Jika bergaul dengan orang-orang baik, maka akan cenderung memberi pengaruh perilaku yang baik pula. Intinya, semakin kuat pertemanan yang dijalan dalam lingkaran perselingkuhan, semakin mudah juga kita melakukannya. Pilih-pilihlah dengan bijak.
Kelima, segera menjauh saat merasa ada gejala keistimewaan perasaan. Segera putuskan hubungan jika sudah muncul perasaan "berlebih" yang muncul. Jika terus dituruti dan ikuti, akan keasyikan dan cenderung kebablasan.
(hay/yud)
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI