Tidak berselang lama setelah dilantik, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mendapat sorotan. Pasalnya, wacana kebijakan FUll Day School yang ia lontarkan menuai kontroversi.
Alasan yang melatarbelakangi munculnya wacana ini adalah untuk membangun karakter anak sehingga tidak menjadi liar di luar sekolah. Maksudnya, anak akan tetap berada di sekolah sampai dijemput oleh orangtua masing-masing sehingga anak tetap berada dalam pengawasan.
Wakil Presiden Jusuf Kalla pun menyatakan setuju dengan kebijakan ini, namun ada beberapa pihak yang mempertanyakan keefektifan kebijakan Full Day School untuk membentuk karakter siswa ini.
Alasannya adalah, masih cukup banyak sekolah yang fasilitasnya tidak memenuhi syarat agar siswa bisa betah berlama-lama di sekolah misalnya tempat istirahat dan kantin yang memadai. Ada juga yang menilai bahwa sistem ini akan memberi beban psikis yang cukup berat untuk anak.
Kompasianer, bagaimana pendapat Anda tentang wacana kebijakan ini? Apakah Anda setuju dengan program Full Day School yang diwacanakan Mendikbud ini? Suarakan pendapat Anda dengan mencantumkan label: Full Day School pada artikel Anda.
Ikuti juga jajak pendapat tentang kebijakan Full Day School ini melalui tautan berikut ini: Pro Kontra Kebijakan Full Day School

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI