Hayoo, berapa jumlah tagihan listrikmu bulan ini? Apakah kamu juga termasuk yang terkejut terheran-heran dengan besaran tagihan yang nggak masuk akal? Atau justru kamu merasa tagihan tetap stabil?
Tak bisa dipungkiri, besarnya tagihan listrik juga dipengaruhi oleh gaya hidup kita belakangan ini. Karena sekeluarga ngumpul di rumah, semuanya menyalakan lampu, dan mengisi daya ponsel terus-menerus. Belum lagi televisi, laptop, kipas angin, AC, drill buat bikin perkakas, oven dan blender untuk bikin kudapan. Boros!
Menanggapi keluhan tagihan listrik yang membengkak dari masyarakat, PT PLN (Persero) menegaskan tidak ada kenaikan tarif listrik selama pandemi Covid-19.
Direktur Human Capital Manajemen PLN Syofvie Felianti Roekman menilai, salah satu alasan yang menyebabkan meningkatnya tagihan ialah konsumsi listrik rumah tangga semasa PSBB diterapkan.
Selain itu, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan, ada skema penagihan baru yang dikenakan pada rumah tangga yang mengalami pelonjakan tagihan di atas 20%. Sehingga PLN mengenakan tagihan bulan Juni hanya 40% dari total tagihan. Sisanya akan dibagi rata dan dibebankan ke 3 bulan ke depan.
"PLN harus melakukan pemeriksaan data setiap pelanggan ... untuk memastikan supaya kebijakan tersebut tepat sasarapn pada pelanggan yang mengalami lonjakan tidak normal," demikian ujarnya, dikutip dari Kompas.com
Nah, rekan-rekan. Jangan sampai rumah tangga kita menjadi salah satu yang mengalami pelonjakan penggunaan listrik di atas 20%! Tapi bagaimana ya caranya mengontrol gaya hidup supaya tetap hemat menggunakan energi?
Kompasianer, yuk bagikan pengalaman, opini atau tips gaya hidup supaya tagihan listrik tetap terkontrol. Cantumkan label Hemat Listrik (menggunakan spasi) pada tiap kontennya.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI