Sebagai informasi PT Inalum mendanai pembelian saham PTFI dengan menerbitkan obligasi global senilai 4 miliar dollar AS di mana 3,85 miliar dollar AS di antaranya digunakan untuk pembayaran saham. Masih ada sisa 150 juta dollar AS untuk refinancing.
Obligasi global Inalum terdiri dari empat masa jatuh tempo dengan tingkat kupon rata-rata sebesar 5,991 persen, terdiri dari:
1. 1,1 miliar dollar AS dengan kupon sebesar 5,230 persen dan tenor hingga 2021
2. 1,25 miliar dollar AS dengan kupon sebesar 5,710 persen dan tenor hingga 2023
3. 1 miliar dollar AS dengan kupon sebesar 6,530 persen dan tenor hingga 2028,
4. 750 juta dollar AS dengan kupon sebesar 6,757 persen dan tenor hingga 2048
Adapun koordinator underwriter dalam penerbitan obligasi tersebut adalah BNP Paribas dari Perancis, Citigroup dari Amerika Serikat, dan MUFG dari Jepang. Ditambah dengan CIMB dan Maybank dari Malaysia, SMBC Nikko dari Jepang, dan Standard Chartered Bank dari Inggris sebagai mitra underwriter.
Untuk penerbitan global bond ini, Inalum mendapatkan rating Baa2 dari Moody’s dan BBB- dari Fitch. Bond ini telah terdaftar di Singapore Exchange Securities.
Penerbitan obligasi ini dianggap lebih kompetitif dan stabil dibanding dengan pinjaman dari sindikasi perbankan asing dengan tingkat resiko suku bunga yang dapat melonjak di saat ketidakpastian ekonomi global.
Baca juga: Rhenald Kasali Sebut Saat Jokowi Mulai Eksekusi Beli Freeport, AS Marah Besar
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H