Memasuki hari kedua peluncuran blog competition Mettasik dan Maybank Finance. Temanya sebenarnya sederhana, tapi cukup bingung katanya, "Perubahan itu Pasti, Kebajikan Harga Mati."
Paling tidak itu yang ditanyakan oleh satu dua Kompasianer yang tergabung dalam grup perpesanan. Mereka bertanya "apa bisa lebih spesifik Acek. Ini nulis tentang perubahan atau kebajikan?"
Saya lalu terhenyak, iya, ada dua sub tema dengan bobot yang sama besar. Meskipun pada penjelasan pada redaksi blog competition tersebut, Toni Yoyo sohibku sudah menjelaskan "judul bisa disesuaikan dengan tulisan."
Dua belas jam kemudian, Kompasianer Ari Budiyanti menjadi yang pertama menyetor tulisan untuk mengikuti lomba ini. Judulnya, "Kebaikan dalam Senyuman dan Sapaan." Melalui chat pribadi dengannya saya pun mengucapkan terima kasih sebagai yang pertama.
Lalu saya bertanya kepadanya, "kok sepi peminat ya, Mba Ari?"
Saudara kembar Kompasianerku ini menenangkanku, "Acek, biasanya sih mendekati akhir-akhir lomba baru banyak..." ungkapnya sembari menjanjikan untuk menyebarnya di beberapa grup perpesanannya.
"Ada yang ragu, katanya jika perlombaan itu hanya untuk member Mettasik," Mba Ari Kembali berkata. Pada detik itulah, keringatku mengucur dan ingusku meluber. Eh...
Untuk itulah artikel ini kubuat. FAQ tentang tata cara mengikuti lomba yang mungkin kurang dipahami oleh beberapa Kompasianer. Sejujurnya saya dan teman-teman Mettasik sangat mengharapkan banyak Kompasianer yang mengikuti lomba ini.
Kenapa?
Sejak pertama kali saya dan Toni Yoyo berinisiasi mendirikan grup penulis buddhis ini, kami telah memiliki visi "berbagi kebahagiaan dengan cara yang asyik dan unik."
Cara yang asyik yang kami maksud adalah literasi. Bukankah demikian? Sementara cara yang unik adalah menyebar kebaikan yang berefek pada kebahagiaan. Tanpa melihat perbedaan, tanpa melihat sekat, tanpa melihat SARA.
Blog competition pertama ini sebenarnya adalah jembatan bagi kami untuk mengajak para Kompasianer untuk berbagi kebahagiaan. Seperti apa yang saya sampaikan kepada Mba Siska Artati, Mba Ika Ayra, Mba Sri Rohmatiah, dan Mba-mba lainnya di grup perpesanan.
Kebaikan itu bisa dimulai dari mana saja dan kapan saja. Dari hal kecil, laksana mengumpulkan embun yang kemudian terbentuk menjadi sebuah danau yang indah.
Kenapa tidak dari sekarang?
Oleh alasan itulah Toni Yoyo telah berjibaku menghubungi sponsor untuk acara ini; Maybank Finance. Dan proporsalnya mendapat tanggapan yang baik. Berjuta-juta rupiah dikucurkan demi lomba menulis tentang kebajikan ini.
Nah, setelah tahu semangatnya. Mari kita mulai dari beberapa ide yang mungkin bisa membantu kamu, kamu, dan kamu untuk berpartisipasi dalam lomba ini.
Apa yang bisa ditulis?
Tentang kebaikan, kebaikan, dan kebaikan. Bisa pengalaman pribadi sebagaimana Mba Ari Budiyanti menulis pengalamannya sebagai guru. Bisa opini seperti berkomentar tentang kebaikan yang dilakukan oleh tokoh inspiratif. Bisa pula kisah inspiratif yang kamu dengar, lihat, atau alami sendiri.
Mba Fatmi Sunarya bertanya kepadaku, "Acek apakah bisa cerpen?" Saya pun menjawab, "sikat choiiiiii...." Sepanjang untuk kebaikan, kenapa tidak.
Siapa saja yang bisa jadi peserta?
Yang penting punya akun di Kompasiana. Artinya member Mettasik yang menulis di akun Mettasik tidak memenuhi syarat lomba, kecuali jika mereka buka akun sendiri.
Dengan demikian, tidak perlulah menjadi member Mettasik yang saban hari menulis di akun keroyokan. Bikin acek puyeng pula yang setiap hari jadi editor. Eh...
Yang penting nulis tentang kebaikan di akun pribadi kamu. Entar diberi penilaian, yang berbobot yang menang, titik. Gampang kok! Lagipula berkurang lagi satu pesaing. Sebabnya Acek tidak akan ikut lomba ini. Eh...
Apa bisa menulis lebih dari satu artikel?
Bisa, tapi diambil yang terbaik. Misalkan si Poltak nulis tiga artikel. Tulisan pertama dapat juara hiburan, tulisan kedua dapat juara tiga, tulisan ketiga dapat juara satu, maka yang diambil yang juara 1 dong. Kecuali si Poltak protes, ya wis... Juara minus satu sekalian deh.
Aku mau menang, bagaimana caranya?
Pada akhirnya kami akan menerbitkan buku kedua Mettasik dengan judul yang sama dengan blog competition ini. Enam tulisan terbaik akan disertakan bersama dengan 20an tulisan Mettasik yang sudah pernah terbit di Kompasiana.
Tentunya kami mau yang terbaik yang menang. Dan setiap yang terbaik ada potensinya pada tulisan kamu, kamu, dan kamu.
Semoga karma baik berbuah
Jadi Mettasik juga punya rencana besar. "Perubahan itu pasti, Kebajikan Harga Mati." Tema ini sebenarnya tidak diperuntukkan untuk blog competition. Awalnya untuk acara seminar dan/atau webinar pertama Mettasik di Kompasiana.
Kami telah menghubungi dua narasumber. Dua-duanya tokoh nasional. Satunya budayawan, satunya lagi cendekiawan. Namun, sembari menunggu kepastian jadwal dari kedua narsum tersebut, blog competition ini pun dibuat sebagai jembatan untuk acara besar tersebut.
Penasaran dengan narasumbernya? Acek sudah bilang ke Mas Kevin di Kompasiana. Dia dah tahu tuh. Jadi sila menghubunginya langsung untuk bertanya. Biar Mas Kevin yang sibuk menjawab, Acek mau bobok siang dulu. Eh...
Pokoknya nulis ya, Acek tunggu tulisan kamu, kamu, dan kamu.
**
Acek Rudy for Kompasiana
Â
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI