Gadis kecil bernama Intan itu terbaring damai dan tersenyum bahagia. Gadis kecil yang belum mampu mengerti makna kata jihad itu telah berpulang ke dalam pangkuan Bapanya. Luka-luka bakar disekujur tubuhnya akibat bom molotov itu taklagi berbekas. Bapa yang setiap Minggu dipujinya itu telah membasuh bekas luka-luka itu. Dan pakaian pesta telah dikenakan kepada Intan, gadis kecil nan rupawan.
KEMBALI KE ARTIKEL