Suatu pemandangan yang lazim di pulau Timor pada umumnya, dan Kabupaten Belu khususnya pada musim kemarau. Sumur-sumur mulai kering. Mobil tangki laku menawarkan air dari sudut-sudut jalan. Namun tidak semua penduduk bisa membeli air dari tangki-tangki itu. Harga pun mulai naik. Kalau sebelumnya Rp 80.000 per-tangki dengan volume 6000 liter, kini menjadi Rp 100.000 hingga Rp 150.000. Keluarga-keluarga mengeluh. Siapa bisa membantu?
KEMBALI KE ARTIKEL