Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi

Si Lelaki Jalang

19 Desember 2013   00:04 Diperbarui: 24 Juni 2015   03:46 17 0
Aku berdiri dibawah langit hitam

Dibalik warna-warni suara mencengkam

Bersujud pada sosok-sosok  hantu malam

Dingin memasuki sela-sela kepala yang mulai pitam

hingga hujan dan petir menyambar setiap cabang pohon salam

Aku masih tetap duduk diam bersama teman-teman seiman

bunyi-bunyian meja mengiringi hitam nya malam

tak perduli anak istri menunggu kelaparan.

persinggahan dari persinggahan selalu menjadi kakakan-kakakan

rongga mulut yang masih mampu terbahak-bahak bersama pasukan setan

adzan berkumandang tak perduli seakan hidup tak jadi imam

seribu tahun tak sembayang menetes air mata ketika ada cobaan

AKU Si lelaki Jalang...

yang tak tahu siang tak tahu Petang tak tahu malam

berdikusi menambah hutang pihutang

gali sana gali sini anak istri terkakang

ohhhh tuhan................

ampunilah aku Si lelaki jalang yang malang

telah aku sia-siakan semua yang tersayang

demi meja penghabisan malam panjang

berikan aku jalan pengabdian yang lapang

Supaya aku tak tersesat lagi di meja-meja sial.

meja penyesalan, yong mara

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun