Saat kudekati dia diam saja. Gayanya memang menyebalkan. Jujur, aku tuh gak bisa digituin sama dia. Dia begitu hangat bagai bakwan yang baru diangkat dari wajan. Kuakui bahwa aku tidak bisa berpaling darinya.
Pernah merasakan accismus pada seseorang? Jangan dipendam, nanti menyesal karena ketikung sama yang lain, eh.
Pikiranku berkata, "Hidup adalah pilihan. Karena aku ingin sehat maka harus mengurangi intensitas pertemuan dengannya."
Namun perasaanku berkata, "Ah, lagi-lagi accismus!"
Pikiranku bilang, "Percaya deh, ada yang lebih baik dari gorengan. Yuk, move on dari mantan!"
Hati menjawab, "Semangati aku dong! Please..."