Kita sering melihat anak bermain sendiri maupun berkelompok dengan teman seusia, membuat suatu permainan yang mereka buat dengan skenario sederhana, bahasa tubuh ala anak - anak, perlengkapan serta hal lainnya sebagai pendukung dalam permainan mereka. Sebagai contoh permainan anak dan orang tua, ada yang menjadi ibunya, ada yang ditunjuk menjadi anaknya. Ibunya diperankan berbelanja kemudian memasak dan anaknya asyik bermain. Sepintas sebuah 'drama' yang mereka mainkan nampak sederhana, dengan bahasa khas anak - anak yang terkadang diakhiri dengan salah satu ada yang menangis karena berebut mainan. Namun mereka bermain tanpa ada arahan sutradara sebelumnya, tanpa ada
setting peran apa yang akan dilakukan, tanpa ada teks yang harus dihapalkan seperti layaknya sinetron. Ini keren lho! Karena mereka memainkan imajinasi sesuai peran yang mereka lakukan dan disepakati bersama.
KEMBALI KE ARTIKEL