Kekerasan terhadap perempuan terutama dalam rumah tangga biasanya merupakan bagian kekerasan dari suatu budaya, Â termasuk juga agama yang dijadikan justifikasi untuk membenarkan tindak kekerasan. Tidak jarang ayat-ayat kitab suci dengan pemahaman yang bias jender dan bias nilai-nilai patriarkal (yang menempatkan laki-laki sebagai pemegang kekuasaan utama dan mendominasi dalam peran kepemimpinan) yang dijadikan dalih untuk membenarkan perilaku kekerasan. semisal seperti, pemukulan isteri oleh suami dengan dalih untuk mendidik si isteri agar menjadi isteri yang shalehah (taat).
KEMBALI KE ARTIKEL