Jalan hidupnya benar-benar menakjubkan bagi orang-orang yang mengenalnya. Maskito berasal dari sebuah keluarga miskin di sebuah desa terpencil di Jawa Barat. Berbekal sedikit uang hasil menjual sebidang sawah warisan ayahnya, selepas SMA ia merantau ke Jakarta dan kuliah di sebuah universitas swasta yang kurang dikenal. Sambil kuliah, ia bekerja paruh waktu di sebuah pub, menjadi pelayan pengantar minuman. Waitres. Pagi hari ia adalah mahasiswa yang culung dan mengandalkan semua bacaan dan bahan kuliah dari buku-buku dari perpustakaan ataupun pinjaman dari teman. Malam hari ia menjadi bagian dalam keglamouran, meskipun ia hanya sebuah sekrup kecil yang tak begitu penting dalam gaya hidup para penikmati malam itu.