Seruan pun yang terpampang jelas menghiasi sudut - sudut kota sampai ke pelosok  desa
Baliho, poster, sampai iklan di media pun berteriak meneriakkan perangi narkoba
Kenapa Narkoba masih berserakan di tengah- tengah kota sampai ke  pelosok desa ?
Banyak Korban berjatuhan mulai dari anak harus terpisah dari orang tuanya begitupun sebaliknya
Â
Sang Bandar  menjelma sebagai seorang mekanik yang tau mana yang suka dan mana yang  tidak suka
Dengan  membuat  kontrak ke kepada sang pemilik tahta  yang bersenjata
Layaknya seorang mekanik yang tau mana  yang  produktif dan mana yang tak produktif menjalankan rencana
Rencana melibatkan para pemilik tahta yang bersenjata
Keterlibatan sang pemilik senjata menambah amunisi  kekuatan sang bandar dalam menebarkan serbuk putih tak kasat mata
Â
Tipu muslihat sang pemilik senjata mencekik korban yang tak berdaya
Di paksa mengakui perbuatan yang tak di lakukan
Layaknya jebakan  Batman yang tersusun rapi dalam penangkapan sang mangsa Â
Satu-persatu  tumbal berjatuhan
Mulai dari anak yang kecanduan sampai ada yang menikam di penjara dengan rencana sang bandar dan pemilik senjata
Akibat kontrak sang bandar  dengan  pemilik senjata yang menjelma jadi lahan bisnis yang menguntungkan dari keduanya
Serpihan rupiah berjatuhan hasil tawar menawar hukuman dari sang pemilik senjata
Peras, rampas , tebus dijadikan pondasi dalam memberantas narkoba
Peras, untuk meminta uang
Rampas, untuk  merampas kemerdekaan dengan hukuman
Tebus jika kau ingin selamat dari hukum
Pada akhirnya sang Bandar tertawa menggelegar
Menyaksikan permainan cantik pemilik senjata
Dengan berkata, mereka berteriak tapi terlibat dalam rencananya.
Oleh: Umar Faruq