Mohon tunggu...
KOMENTAR
Money

Hamdan , Kepala Desa Kedungmutih Yang Mengelola Pabrik Garam

28 Agustus 2012   05:14 Diperbarui: 25 Juni 2015   01:14 298 0
Hamdan dan Produk Garam iodium Demak – Jabatan Kepala Desa bagi Hamdan (56) adalah suatu amanat yang harus dijalankan untuk memberdayakan warganya. Oleh karena itu dalam kesehariannya selain menjabat sebagai orang nomor satu di desa Kedungmutih kecamatan Wedung kabupaten Demak dia juga sebagai Ketua Kelompok “ Lancar Sejahtera” yang bergerak dalam usaha garam rakyat. Selain memproduksi garam iodium untuk konsumsi , juga berdagang garam untuk kebutuhan industry dan rumah tangga. Namun demikian kesibukannya dalam  mengelola garam iodium tidaklah menganggu kewajiban utamanya sebagai aparat pemerintah yang harus melayani warganya. Justru dalam mengelola pabrik garam iodium ini ia dia benar-benar memberdayakan warganya dalam hal ekonomi. “  Selain beranggotakan 10 orang petani garam , pabrik kami juga mempekerjakan 10 – 15 tenaga kerja untuk pengolahan garam iodium . Belum lagi petani garam yang yang kami tampung hasilnya “, ujar Hamdan pada wartawan yang menemui di pabriknya ukuran 150 gr Hamdan memaparkan berdirinya pabrik garam yang ia kelola berawal dari desakan petani garam kepada pemerintah agar di kabupaten Demak berdiri sebuah pabrik garam karena Demak merupakan penghasil garam rakyat yang cukup besar. Usulan tersebut ditindak lanjuti oleh pemerintah dengan dikeluarkannya bantuan berupa bangunan pabrik pada akhir tahun 2008,sedangkan tanah milik kelompok . Sedangkan peralatan untuk pengolahannya bantuan dari Dirjen Kimia Agro Kantor Kementrian Perindustrian dan Perdagangan Pusat. Untuk operasionalnya berupa pembelian bahan baku , bahan bakar , tenaga kerja , biaya pemasaran semua hasil dari urunan anggota sejumlah 10 orang . “ Pada awalnya perjalanan pabrik garam ini penuh rintangan karena ini baru pertama , sehingga biaya pemasaran dan juga publikasinya membutuhkan biaya yang cukup besar. Namun saat ini kami telah memiliki daerah pemasaran tersendiri yaitu Subang, Kuningan, dan Indramayu Jawa Barat. Selain itu kami juga terus membuka daerah pemasaran baru , dam juga membuka selebar-lebarnya bagi siapapun yang ingin bekerja sama memasarkan garam iodium kami “, tambah Hamdan. Ukuran 250 gr Hamdan memaparkan berdirinya pabrik garam yang ia kelola berawal dari desakan petani garam kepada pemerintah agar di kabupaten Demak berdiri sebuah pabrik garam karena Demak merupakan penghasil garam rakyat yang cukup besar. Usulan tersebut ditindak lanjuti oleh pemerintah dengan dikeluarkannya bantuan berupa bangunan pabrik pada akhir tahun 2008,sedangkan tanah milik kelompok . Sedangkan peralatan untuk pengolahannya bantuan dari Dirjen Kimia Agro Kantor Kementrian Perindustrian dan Perdagangan Pusat. Untuk operasionalnya berupa pembelian bahan baku , bahan bakar , tenaga kerja , biaya pemasaran semua hasil dari urunan anggota sejumlah 10 orang . “ Pada awalnya perjalanan pabrik garam ini penuh rintangan karena ini baru pertama , sehingga biaya pemasaran dan juga publikasinya membutuhkan biaya yang cukup besar. Namun saat ini kami telah memiliki daerah pemasaran tersendiri yaitu Subang, Kuningan, dan Indramayu Jawa Barat. Selain itu kami juga terus membuka daerah pemasaran baru , dam juga membuka selebar-lebarnya bagi siapapun yang ingin bekerja sama memasarkan garam iodium kami “, tambah Hamdan. Saat ini produk garam iodium bermerk “ lumba-lumba” terdiri dari dua ukuran kemasan 150 gr dari pabrik harganya Rp 300,- dan berukuran 250 gr harganya Rp 400 rupiah. Selain  itu pabrik juga memproduksi garam krosok local berodium dengan ukuran 1 Kg seharga Rp1.000,- yang telah dibungkus dengan rapi. Fihaknya juga menyediakan pembelian garam iodium dengan ukuran besar mempergunakan zak-zak besar , sehingga bisa dipaking lagi di tempat yang membutuhkan. Keunggulan garam merk lumba-lumba ini murni produk local sehingga rasanya lebih enak jika dibandingkan dengan produk yang sama yang kebanyakan dicampur garam import. Dengan adanya pabrik garam bermerk lumba-lumba ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat utamanya para petani garam yang ada didesa Kedungmutih , selain garam bisa dibeli dengan harga yang bagus juga membuka lapangan pekerjaan bagi keluarga mereka. Misalnya dengan bekerja di pabrik sebagai tenaga angkut , tenaga pengolahan  dan juga tenaga pembungkusan garam iodium. (FM)

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun