Aku benar-benar kehilangan akal sehat menghadapi perasaan takut serta kegundahan yang aku sedang alami, ingin rasanya aku berlari sekencang-kencangnya tanpa memikirkan tulisan finish serta benang halus yang telah tersedia diakhir pelarian. Aku sangat menyadari saat ini aku tidak akan bisa berlari, tapi hatiku terus berteriak, “larilah dan terus lari sampai engkau tak lagi bisa berlari”, bisiknya dengan tegas.