Akhir pekan itu aku memenuhi permintaannya sebagai penebus rasa bersalahku dan sekaligus membalas budi. Dia meminta aku menemuinya di mall daerah selatan kota, yang terkenal dengan perumahan elit penduduk kota ini. Janji bertemu disuatu tempat tidaklah merepotkan karena kita bisa saling komunikasi lewat smartphone, tapi tahukah kau? Ternyata dia tidak punya Smartphone! Dia adalah satu-satunya makhluk remaja di dunia ini yang tidak punya smartphone! Aku tidakmengerti bagaimana dia bisa hidup selama ini tanpa telpon pintar.
KEMBALI KE ARTIKEL