Pendidikan dasar merupakan pondasi penting dalam membentuk karakter dan kemampuan kognitif peserta didik. Salah satu keterampilan penting yang perlu dikembangkan sejak dini adalah kemampuan berpikir kritis. Dalam konteks pendidikan yang beragam seperti di Indonesia, pendekatan pembelajaran yang memperhatikan keragaman budaya menjadi penting. Pendekatan
Culturally Responsive Teaching (CRT) adalah salah satu strategi yang berfokus pada pengintegrasian budaya peserta didik ke dalam proses pembelajaran untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan relevan. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana CRT dapat diterapkan di SD Muhammadiyah Sagan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik.
KEMBALI KE ARTIKEL