Pilpres 2019 nyaris menjadi antiklimaks demokrasi Indonesia. Mengapa? Karena lagi-lagi dua tokoh yang sebelumnya bertarung di Pilpres 2014, yaitu Jokowi dan Prabowo, akan kembali mengadu taji di Pilpres tahun depan. Demokrasi gagal membuka peluang munculnya sosok baru dengan Presidential Treshold (PT) 20%, ditambah pragmatisme partai politik dan juga 'jurus kuncian politik' yang praktis menutup langkah parpol untuk bergerak sendiri mengusung sosok diluar patron Jokowi ataupun Prabowo.
KEMBALI KE ARTIKEL