Mohon tunggu...
KOMENTAR
Sosbud Pilihan

Asyiknya Beramal dari Omongan Orang Lain

13 Desember 2023   19:43 Diperbarui: 13 Desember 2023   19:45 193 2

Banyak yang sering lupa. Omongan atau perkataan orang lain itu, ada yang layak didengarkan dan adan yang harus diabaikan. Karena faktanya, ada saja orang-orang yang sibuk mencari bahan omongan. Saking nggak ada kerjaan, orang lain pun dijadikan omongan. Agar lebih menarik dan sensasional. Membangkitkan energi ghibah. BCL yang nikah, Tiko yang keluarin biaya. Ehh, orang-orang lain dan netizen yang berisik. Komentar begini begitu, hanya bisa ngomongin doang. Begitulah omongan bekerja.

Maka hati-hati dengan omongan, baik dari diri sendiri apalagi orang lain. Jangan membuang waktu untuk mendengarkan omongan buruk dari orang lain. Karena ngomong atau ghibah sudah jadi gaya hidup orang modern. Hindari setiap omongan negatif yang keluar dari mulut orang lain. Karena apa yang mereka katakan belum tentu benar. Di samping secara akhlak, susah membuktikan omongan dan nggak ada gunanya pula.

Bilang saja, "hidup gue ya gue yang jalani, hidup elo ya elo jalanin aja sendiri". Nggak usah banyak omong. Karena zaman begini, memang makin banyak orang yang sok tahu. Hidupnya sendiri belum tentu benar, tapi gemar berkomentar tentang hidup orang lain. Omongan orang-orang yang nggak bermutu. Maka nggak usah pikirin omongan orang. Karena orang-orang itu ngomong pun nggak pakai pikiran. Betul kan?

Ibarat "anjing menggonggong kafilah berlalu". Biarlah orang lain ngomongin, toh mereka nggak memberi pengaruh pada diri kita. Nggak kasih makan, nggak sekolahin juga. Jadi, nggak usah ambil pusing atas apa yang diomongkan orang lain. Biarkan waktu yang membuktikan. Karena siapapun tidak mungkin bebas dari omongan orang. Gunjingan, ghibah atau omongan cukup jadi ladang amal dan cara Allah memberi kita kebaikan. Sebagai tambahan pahala dan pengurangan dosa atas omongan orang lain. Ucapkanlah terima kasih.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun