Pemilihan kepala daerah merupakan salah satu aspek penting dalam demokrasi di Indonesia. Dalam sistem politik yang ada, terdapat dua pendekatan utama untuk memilih kepala daerah: pemilihan langsung oleh masyarakat dan pemilihan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Perdebatan mengenai mana yang lebih ekonomis---baik dari segi biaya maupun dampak ekonominya---telah menjadi isu yang terus diperdebatkan. Pada kesempatan ini Kita mencoba membandingkan kedua sistem dari perspektif ekonomi, mempertimbangkan aspek biaya pemilihan, dampak terhadap kebijakan publik, dan potensi risiko ekonomi.
KEMBALI KE ARTIKEL