Mohon tunggu...
KOMENTAR
Pendidikan

MPKT adalah Mata Kuliah yang Hanya Memberikan Hikmah Saja

7 Juni 2024   18:15 Diperbarui: 9 Juni 2024   13:01 202 0
Di semester enam ini, pikiran mahasiswa FISIP UI hanya tinggal magang dan mengerjakan tugas akhir. Niat belajar sudah pudar dan bahkan mengerjakan ujian akhir semester saja terkadang ogah-ogahan. Berbeda dengan semester awal, jika besok ada kelas, malamnya masih menyempatkan untuk membaca materi. Catatan materi kuliah juga masih rapi dan lengkap, sungguh berkebalikan dengan apa yang dilakukan di semester tua. Namun, jika diingat-ingat sebenarnya di semester-semester awal pun ada mata kuliah yang rasanya malas untuk mengikuti kelasnya dan mengerjakan tugas-tugasnya Kejadiannya di semester dua ketika mendapatkan mata kuliah Pengembangan Kepribadian Terintegrasi atau disingkat MPKT. Mata kuliah ini adalah mata kuliah wajib fakultas sehingga mau tidak mau harus diambil. Dengar cerita dari kating, mata kuliah adalah mata kuliah yang seperti pisau bermata dua.

Setelah menngikuti kelasnya, MPKT ini mata kuliah yang seperti gado-gado, tetapi tidak ada bumbu kacangnya. Di mata kuliah MPKT ini kita belajar materi dari beberapa bidang keilmuan seperti filsafat, logika, kewarganegaraan, ilmu alam, dan kewirausahaan. Namun, setiap minggu dari pertemuan kuliah topik materinya selalu loncat-loncat dan terkadang tidak ada keterkaitan secara langsung. Materi-materi yang dipelajari juga terkesan cukup normatif dan lebih banyak membahas terkait norma dan etika. Mahasiswa  diarahkan untuk menghafalkan nilai-nilai dan norma yang ada pada setiap materi. Oleh karena itu, MPKT ini seperti mata kuliah pembelajaran moral dan hafalan sehingga sebenarnya tidak berkontribusi banyak pada studi keilmuan yang diambil mahasiswa FISIP UI.

Mata kuliah MPKT bobotnya 5 sks dan diselenggarakan dua kali dalam seminggu, tetapi salah satu pertemuannya dilakukan secara asinkronus. Materi kuliahnya disampaikan melalui ceramah dari dosen dan Buku Ajar MPKT. Yang menjadi masalah, beberapa dosen, terkadang tidak bisa menjelaskan beberapa materi secara mendalam karena beberapa materi dari MPKT bukan bidang yang mereka pelajari sehingga hal ini akan membuat mahasiswa kesulitan untuk mengerti materi. Buku Ajar MPKT sendiri sebenarnya merupakan pelengkap materi pembelajaran, tetapi terkadang sama-sama sulit untuk dipelajari. Satu-satunya jalan keluar dari kedua masalah tersebut adalah mencari informasi atau materi yang lebih lengkap dari internet. Namun, hal tersebut justru menunjukkan pembelajaran atau perkuliahan MPKT ini tidak efektif.

Dalam mata kuliah ini, mahasiswa dibentuk ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan Focus Group Discussion (FGD). Hal ini lah yang sebenarnya yang menjadi salah satu hal yang cukup mendebarkan. Hal itu dikarenakan nasib dari perkuliahan mata kuliah ini akan ditentukan dari kelompok yang kita dapatkan. Dari cerita angkatan atas dan pengalaman pribadi, kebanyakan kelompok MPKT ini kurang kooperatif. Penyebabnya beragam, mulai dari anggota kelompoknya yang terlalu beragam karena terdiri dari anak anak dari jurusan lain. Sebagai contoh, di FISIP UI, satu kelompok MPKT ini bisa terdiri dari mahasiswa jurusan Sosiologi, Antropologi, Ilmu Politik, Hubungan Internasional, Kriminologi, Ilmu Komunikasi, dan Kesejahteraan Sosial. Belum lagi anggota kelompok MPKT ini gemuk-gemuk, bisanya terdiri dari 7-9 orang. Tujuannya, dari pembuatan kelompok ini adalah untuk memperkaya perspektif atau punya banyak teman, tetapi dari yang sudah-sudah justru malah membuat hati dongkol dan menambah musuh.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun