Saat mereka mengakronimkan Guru itu “digugu dan ditiru” mungkin akan jadi polemik. Karena pendidikan erat kaitanya dengan sekolah, jadi persepsi yang timbul hanya focus pada seorang guru dan murid, antara tenaga kependidikan dengan peserta didik. Padahal pendidikan tidak sebatas itu, dimana, kapan sajapun bisa difungsikan sebagai akses “pendidikan”. Pendidikan tidak sekedar mengajar apalagi uang yang dikejar. Jika sudah seperti itu ,tak ubahnya buruh dengan tuntutan bayar karena tunjangan dan gaji yang kurang menggelegar. Layakah mereka tersebut sebagai pendidik dengan pahlawan tanpa tanda jasa? Pendidikan itu tentang teladan, penerapkan, ajaran, menjadikan, dan pendidikan bukan menyoalkan tentang bayaran atau berjuta alasan untuk meningkatkan jabatan. Pendidik itu mulia jika bisa menerapkan tugas-tugasnya. Pendidik bisa Ashor jika perilakunya kotor. Jangan jadi pendidik jika popularitas yang dikulik , jangan jadi pendidik karena berharap gaji tertuang dalam kertas secarik . Tapi jadilah pendidik yang baik, bukan pendidik yang munafik.