DI TENGAH maraknya gempuran film superhero-superhero luar seperti Superman, Batman, Iron Man, Avengers, Samurai X dan masih banyak antrian yang lainnya, kisah superhero lokal seperti masih dapat dihitung dengan jari. Sebut saja film Sang Kiai, Merah Putih, Pendekar Tongkat Emas, dan yang teranyar film guru bangsa, Tjokroaminoto. Nampaknya masih kalah jauh dengan jumlah pahlawan nasional yang fotonya biasa dipajang di kelas sekolah, misalnya Supriyadi pemuda PETA (Pembela Tanah Air) yang memberontak di Blitar, memiliki materi kisah yang menarik, Cut Nyak Dien, Dipenogoro, Pattimura dan masih banyak yang lain. Superhero di sini bukan hanya sakti, kebal peluru, punya ilmu kanuragan, bisa terbang, dan lain-lain termasuk pejuang dan tokoh nasional yang memiliki kharisma untuk menggerakkan revolusi.