Warga Matoa memberikan solusi pengelolaan sampah rumah tangga kepada masyarakat sekitar yang dihadiri oleh guru-guru sekolah luar, wali murid, Bapak Ibu RT, Humas RT, dan Karang Taruna setempat. Kegiatan ini menjadi bentuk upaya menyebarluaskan rasa peduli dan perhatian terhadap sampah rumah tangga.
Septia Tri Lestari, S. Pd., fasilitator Sekolah Alam Matoa menyampaikan bahwa sampah plastik yang sulit terurai dapat dimanfaatkan menjadi benda padat yang kokoh, yang pada suatu kasus dapat digunakan sebagai beton dalam membangun rumah.
"Eco brick adalah beton yang terbuat dari plastik, yang hanya memanfaatkan botol plastik dan plastik kemasan. Dengan cara memotong plastik kemasan menjadi potongan-potongan kecil kemudian dipadatkan didalam botol 250 ml hingga botol memiliki berat mencapai 80 gram" jelasnya.