Meski kita tidak sepakat dengan Hobbes, baik dalam asumsi dasar bernegaranya, maupun metafora makluk jahatnya, Hobbes benar dalam satu hal, yaitu bahwa negara harus mendominasi massa dalam hal menegakkan hukum. Hukum sebagai instrumen penata kehidupan bersama menjamin terciptanya tertib sosial, juga menunjang tatanan kehidupan bersama sebagai komunitas satu bangsa melampaui komunitas-komunitas primordial. Hukum adalah “bahasa negara” yang hadir untuk mengatasi (melampaui) kepentingan primordial yang terkurung dalam tatanan partikulernya sebagai ruang private.
KEMBALI KE ARTIKEL