Mohon tunggu...
KOMENTAR
Cerpen

Kisah di Dua Lima

9 Juli 2014   05:34 Diperbarui: 18 Juni 2015   06:55 123 7
Hari ini, 25 tahun yang lalu...

Kita mengikrarkan satu janji, dihadapan Allah, bahwa kita satu, kita berpadu.

Ah...waktu berlari, serasa cepat berlalu, kisah perjalanan memenuhi catatan kita. Meski ada duka yang kerap lahirkan air mata, meski ada bahagia hingga kita serasa melayang di angkasa bermain anak-anak awan. Kita melalui kehidupan bersama hingga detik ini, di angka 25.

Pernah di saat tapak kaki ini lelah, dan duka menghampiri kita, serasa ingin aku akhiri kisah ini, namun tatapan mata anak-anak membuatku mengurungkan niat itu. Dan akhirnya kita kembali bersama memulai segalanya dari awal.

Kita berdua punya cinta, meski tidak seperti kisah klasik cinta romeo juliet, atau seindah cerita galih dan ratna. Cinta kita ada, tak menggebu-gebu, pun tak terlalu hemat, biasa dan wajar, namun selalu mengalir memenuhi ruang jiwa dan rumah kita

Di 25 kita, aku perlu ucap rasa terima kasih padamu, telah menjagaku, telah setia menjadi tempat kubaringkan lelah, telah setia meladeni manjaku dan telah setia selalu disampingku, di duka maupan suka.

Dan di 25 kita ini, aku mohon maaf, tak ada masakan mewah tuk peringati bahagia kita, tak ada kecupan mesra mendarat di keningmu tadi pagi (aku lupa), dan tak ada puisi sebagaimana kerap aku tulis untuk yang aku sayang. Namun jauh di dasar hati, berjuta doa aku panjatkan, untukmu, untukku, untuk kisah kita dan untuk anak-anak penghias catatan memori kita.

Sayang,..

jauh di lubuk hatiku aku bahagia bersamamu

***

*Puri Kencana, 8 Juli 14*

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun