Sufisme yang selama ini dianggap sebagai "pakaian"nya orang-orang miskin, dan tidak memiliki harapan untuk menghadapi kemoderenan. Lebih dari itu banyak orang yang menggambarkan tasawuf sebagai makhluk individu, bukan makhluk sosial, sehingga bertasawuf sering dianggap sebagai menyepi, 'uzlah, bertahannuts, dan menjauhkan diri dari masyarakat. Padahal sesungguhnya, tasawuf adalah pekerjaan hati yang sebagiannya mungkin saja telah dijalani tanpa disadari. Sebagai program penyucian jiwa (tazkiyat al-nafs), tasawuf merupakan terapi positif manusia dalam menghadapi berbagai persoalan yang ditemui dalam semua aspek kehidupannya.
KEMBALI KE ARTIKEL