Pelatihan ini dihadiri oleh Wakil Rektor III, auditor internal, tim tracer studi, serta Wakil Dekan III dari seluruh fakultas. Dalam acara pembukaan, Ketua LPM UIN Walisongo, Dr. H. Tolkah, MA, menyampaikan pentingnya pelatihan ini untuk menciptakan ekosistem yang berkelanjutan di perguruan tinggi. "SPMI dan AMI merupakan fondasi utama dalam sistem penjaminan mutu. Pelatihan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan pemahaman yang mendalam serta meningkatkan kemampuan teknis dalam melaksanakan audit mutu internal secara profesional," ungkap Dr. Tolkah.
Setelah upacara pembukaan, acara dilanjutkan dengan arahan dan penyampaian materi oleh Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. H. Nizar Ali, M.Ag. Dalam pemaparannya, Prof. Nizar menekankan bahwa penjaminan mutu tidak hanya sekadar memenuhi standar, tetapi juga berfungsi sebagai alat transformasi menuju perguruan tinggi yang unggul. "Mutu adalah inti dari keberlangsungan perguruan tinggi. Melalui SPMI dan AMI, kami memastikan bahwa setiap proses di UIN Walisongo berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dan mampu menghadapi tantangan global," jelas Prof. Nizar Ali.
Beliau juga menambahkan bahwa tracer studi merupakan bagian penting dari upaya penjaminan mutu, karena memberikan gambaran yang jelas tentang daya saing lulusan di dunia kerja dan masyarakat. "Dengan penguatan tracer studi di UIN Walisongo, kami berharap evaluasi terhadap lulusan dapat dilakukan dengan akurat dan cepat. Data ini akan menjadi dasar untuk strategi pengembangan kurikulum dan peningkatan layanan pendidikan."