Mohon tunggu...
KOMENTAR
Lyfe

Melampaui Euforia, Natal Harus Dirayakan dalam Kesederhanaan

24 Desember 2024   10:07 Diperbarui: 24 Desember 2024   10:07 54 0
Euforia masyarakat begitu besar ketika memasuki bulan Desember. Di sana-sini masyarakat sibuk mempersiapkan banyak pernak-pernik Natal guna menghiasi rumah menjadi indah dan elok dipandang.

Tidak hanya itu, dentuman petasan, bisingnya jalanan karena banyak anak muda memodifikasi knalpot motor mereka dari biasa ke yang racing juga kerap disimbolkan sebagai Natal sudah di depan mata.

Perayaan Natal kini telah dijajah oleh spirit konsumerisme, kapitalis. Bagi yang bermodal, fasilitas Natal tersedia begitu rupa.

Melalui anggapan ini, mungkin para pembaca akan sedikit terusik dengan gambaran keberatan ini, tetapi bagi penulis perayaan Natal bukan soal euforia tetapi pada bagaimana Natal itu membekas dalam diri yang mendorong aksi nyata.

Euforia sifatnya sementara. Ia meletup tiba-tiba, lalu seketika kembali hening. Jangan sampai kemudian perayaan Natal juga sifatnya musiman saja. 

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun