Mohon tunggu...
KOMENTAR
Sosbud

Pembacaan Puisi di Tembi Rumah Budaya

10 Mei 2012   02:42 Diperbarui: 25 Juni 2015   05:29 163 0
Di Rumah Budaya Tembi setiap bulan purnama (sudah berjalan ke delapan kali ini) selalu ada ada acara pembacaan puisi. Pada edisi ke 8 yang bertepatan dengan dengan Hari Senin Legi 7 Mei 2012 kali ini para guru-guru yang mendapat giliran untuk eksis dan menampilkan dirinya. :) Ada duabelas orang guru yang termuat dalam antologi “Membaca Puisi Mengenali Diri” yang antara lain : Bambang Edy Sulistiyana, Choen Supriyatmi, Cilik Tripaamungkas, Diah Agustin SAP, Mairina Mislamatul Umaroh, R. Purwantaka, Sri Suwarni Dirjo Suwarna, Sumarsih Hafis, Umi Kulsum, Weindarti, Yeti Islamawati, Siska Yuniati yang mencatatkan puisinya di antologi tersebut. Tetapi ternyata tidak ada batasan untuk mengirimkan puisi, terlihat dari puisi yang dikirmkan tersebut jumlahnya tidak sama . Ada yang mengirimkan dua puisi, tiga puisi bahkan ada yang empat puisi. (saya kurang tahu teknis pengirimannya). Tetapi hal tersebut tidak mengurangi nilai acara maupun antologi tersebut. Saya datang sedikit terlambat, ternyata sudah ada beberapa yang membacakan puisinya. Saya datang pas ketika Imam Budi Santosa (penyair senior yogya) yang sedang mengupas dan mengomentari antologi “Membaca Puisi Mengenali Diri” dan serta memberikan arahan dan kiat kiat dalam menulis puisi. Saya juga tidak menyangka akan bertemu Guru Matematika waktu sma Drs. Indah Harjanto, MPd yang ternyata ikut membaca puisi. Dalam membaca kan puisi Pak Indah sanagt menjiwai dan memukau. Tapi kalau dilihat lihatfoto Pak Indah kok kaya Presenter TV One Karni Ilyas ya :) Dan satu persatu guru guru pn membacakan puisinya masing-masing. Ini beberapa foto yang sempat terabadikan: Landung Simatupang yang datang pada malam itu juga di daulat untuk membacakan puisi. Dia membacakan puisi klarya Sri Suwarni Dirjo Suwarna, S.Pd yang berjudul “Seorang Tuna Wisma menghibur Istrinya” yang bait awalnya seperti berikut ini:

Jeng.. biarkan akumemanggilmu diajeng Karena engkau memang satu-satunya di dunia Milikku, cintaku yang langgeng
KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun