Mohon tunggu...
KOMENTAR
Filsafat Pilihan

Filsuf Natur

3 Juli 2019   11:21 Diperbarui: 3 Juli 2019   11:23 68 1
Para filsuf Yunani purba sering disebut filsuf alam.
Menurut banyak pakar, kepercayaan terhadap dewa-dewa mulai tenggelam.
Kepercayaan terhadap dewa dianggap kelam.
Kepercayaan masa silam.

Masa ini adalah masa transisi ke arah kepercayaan berkualitas tinggi.
Ke arah kepercayaan terhadap ilahi.
Karenanya, bisa jadi para filsuf itu adalah para nabi.
Yang tidak disebutkan satu persatu dalam Al Qur'an suci.

Kepercayaan dengan kualitas tinggi ini, awalnya tak diterima Eropa.
Bahkan dimusuhinya.
Kekaisaran Roma (Barat dan Timur) menilai kepercayaan ini bid'ah, tidak diterima.
Jika tidak lahir islam, maka kepercayaan ini terlupa.

Islam lahir meneguhkan kepercayaan ini.
Seperti..
Air, inti dari kehidupan di bumi.
Yang kekal hanyalah Allah Zat Yang Maha Mumpuni.

Kehendak-Nya aktif (logos), asal dari semua keberadaan.
Disertai sifat rahim dan rahman.
Penuh kasih sayang dan kebaikan.
Manusia diberi kesadaran menggapai pengetahuan.

Konsep Lauhul Mahfudz dalam al-Qur'an, identik dengan konsep idea.
Konsep dari Plato, filsuf dari Athena.
Idea adalah ketentuan azali penyebab kehidupan segala.
Dan manusia mesti sejalan dengannya.

Aristoteles sang filsuf empirik.
Meski kerap dikritik, sebagai peletak embrio positif (empirik) logik.
Oleh Islam tetap dihargai, al-Qur'an sendiri menganjurkan manusia untuk menyelidik.
Menyelidik fenomena empirik, agar keyakinan menjadi mantap dan baik.

Yang beranggapan..
Bahwa filsuf Yunani purba menafikan Tuhan adalah ilmuwan.
Ilmuwan Eropa Barat yang berselisih dengan gerejawan.
Di abad 16 - 18an.

Maka..
Umat Islam tak perlu alergi filsafat apapun alirannya.
Yang penting waspada.
Mana pandangan yang dapat ditolak, atau mana yang dapat diterima.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun