Setelah beberapa waktu menunggu hasil, dokter menyatakan bahwa mimi terkena "kanker payudara". Terasa bumi bergetar, bergoyang bagaikan gempa bumi dengan skala 6,5 sr. Mata berkunang - kunang manahan cucuran air mata. Kami berusaha menerima keputusan dokter yang dirasa sangat pahit ini. Kami berdiskusi untuk merencanakan langkah selanjutnya. Yaitu melanjutkan dengan kemoterapi. Namun tindakan ini tidak dapat dilakukan di rumah sakit daerah kami. Mimi dirujuk ke rumah sakit lebih besar dan lebih terkenal. Sekali lagi kami jalani dengan ikhlas.
KEMBALI KE ARTIKEL