Menyemai padi pada tiap butirannya
aku tertawa, tersenyum: berduka
tikus-tikus menyiapkan keranjang lumbungnya
renternir sibuk menghitung laba
tengkulak sibuk mengelap ceceran air liur di bibirnya
Petani disawah bernyanyi, bercerita berbagi rasa
penguasa sibuk mengintip derainya di ujung jendela rumahnya
pak lurah, pak kades sibuk menawarkan kerbau yang sudah dicucuk hidungnya
mooh, mooh, mooh: itu suara kerbau
tak-tik-tuk suara kaki kuda
lalu ini apa?
apakah ini kata bungkam dikedua telinga: retak ditanah garapan
kawan!
03:04wib
03/08/2013
Majalengka Timur
Jawa-Barat