Mohon tunggu...
KOMENTAR
Puisi Pilihan

Nur | Puisi

18 Oktober 2024   21:02 Diperbarui: 18 Oktober 2024   21:10 23 3
Aku bertemu lagi
Bertabrakan tepatnya
Bertabrakan dengan keadaan yang belum pasti
Itulah yang aku lihat sepintas saat ku tatap sinar matamu

Saat pertama itu aku bertemu beretorika sebentar dan bertanya
Saat gerimis tak diundang menjelang siang
Pagi yang kurang bersahabat bagi kita
Sedikit sentimentil saat itu dan kini kita terjebak
Langit seperti menangis tiada henti
Siapa yang menyakiti

Melihat kaki yang saling berayun terombang ambing oleh angin yang memecah
Kikuk. Aku bak dihantam kebodohan
Kelu bukan kepalang lidahku

Aroma wangi yang segar memanja indraku
Seketika aku terhanyut dalam aroma khas
Sayangnya pandang kosong penuh teka teki
Luka teramat sangat nampak disaat kau grakkan alismu

Ingin kurangkul dan ku bawa dalam dekapan
Agar kau tak terbebani pikiran
Membuatmu nyaman dalam bahuku itu saja
Sedikit obat tentu agar kau ceria lagi
Membuang penat yang menyeretnya dalam kepalsuan

Ingin ku tunjukkan bintang yang tampak kecil padahal kitalah yang kecil
Cahaya ajaib entah dari mana datangnya bukan
Sekalipun matahari tidak akan cukup untuk memberi
Agar kamu tahu kalau mungkin kita lah yang lupa

Gemuruh bersahutan diatas kepala
Genting bergetar
Tanganmu terhenyak saat itu juga, aku merasakannya
Aku harus berterimakasih
Terimakasih

Akulah nyatanya terhenyak
Jalanan kecil membawa kami
Kamu dan aku tepatnya
Melihat itu dunia rasanya tak berpenghuni

Tak ada lagi
Aku terhanyut saat itu juga
Hingga kini tepatnya
Kamu dan senyuman itu
Aku tak kuasa melepas

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun