Mohon tunggu...
KOMENTAR
Gaya Hidup Pilihan

Serial Lansia: Tetap Modis, Tak Kalah Mode

3 Februari 2022   12:50 Diperbarui: 20 Maret 2022   11:17 430 7
Tepian Kali Krukut, Jakarta Selatan | Suatu waktu, sebelum heboh Covid-19, di Commuter Jabodetabek dari UI menuju Bogor, cukup padat; tempat duduk prioritas untuk lansia diduduki anak muda (tak tahu diri), padahal di depan mereka ada Nenek-nenek yang berdiri. Saya hanya 'mbatin' dari jauh dan prihatin.

Di dekat Stasiun Bojong, tiba-tiba ada suara dari arah belakang (kebetulan rambut belakang saya cat hitam, dan depan biarkan tetap warna tuwir alias hitam), sambil tangan seseorang menyentuh punggung saya, "Dik Mau Duduk? Ini ada tempat kosong. Saya turun di Bojong!"

Saya berbalik ke arah suara tersebut; ada ibu muda (terlihat terpelajar) yang tersenyum, dan berkata, "Ouu Sorry Pak. Saya kira bapak anak muda. Dari belakang, persis anak muda sich; dari depan tampilan sebaya My Daddy!"

Saya jawab, "Tak Apa-apa. Thanks!" Ibu muda itu pun dengan ramah menyambung percakapan dengan bahasa Inggris yang fasih dan lancar. Ia berkisah pendek tentang papinya yang tetap dandi, walau sudah 69 tahun. Ia menambahkan, "You like my Daddy, Oldest but still Young!" Sambil tertawa; ia turun di Bojong, setelah memberi kartu nama; ternyata seorang Dokter Spesialis Anak.

Di atas adalah rekaman peristiwa, jika teringat lagi, kadang membuat tertawa; tertawa karena "Apakah Lansia harus berpakaian warna kelabu, pucat, kusam, atau seturut kulitnya yang sudah berkerut?" Atau, lansia, karena sudah tua, wajib tampil seperti manusia kuno di masa lalu. Jadi, tak boleh macam-macam lah. Bha bha bha.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun