Mohon tunggu...
KOMENTAR
Kebijakan

Pembagian Buku Saku Bagi Wartawan | Sindiran?

5 Januari 2012   11:07 Diperbarui: 25 Juni 2015   21:18 150 0
Sekretariat DPRD Kota Makassar membagikan sebuah buku saku yang berjudul "Kode Etik Jurnalistik". Buku ini dibagikan kepada wartawan dan anggota DPRD. Maraknya berita mengenai anggaran terkait fasilitas - fasilitas anggota dewan, bisa saja merupakan latar belakang dari pembagian buku ini. Sebuah koran harian di Makassar selalu membuat headline - headline menghebohkan jika ada lagi temuan anggaran - anggaran tidak masuk akal. Sebut saja biaya makan minum, biaya pakaian dinas, biaya mobil dinas, biaya perjalanan dinas, sampai dengan pengadaan sepatu olahraga. Konon, untuk melihat draft RKA (Rencana Kerja dan Anggaran) yang sedang didiskusikan di DPRD, wartawan harus menyelinap pada jam makan siang, lalu membuka - buka isi draft tersebut. Tidak mau kecolongan, 3 hari lalu, muncul lagi berita di koran lokal bahwa Draft RKA dimasukkan ke dalam karung. " Draft rencana kerja dan anggaran (RKA) dan penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, tahun anggaran 2012 dimasukkan dalam karung plastik." , tulis berita tersebut. Jadi, penulis berkesimpulan bahwa, pembagian buku kode etik ini adalah sindiran halus bagi para wartawan, sekaligus menjadi "contekan" bagi anggota DPRD untuk bisa "membela diri" ketika diberitakan. [caption id="" align="aligncenter" width="250" caption="Draft RKA yang dimasukkan di dalam karung "][/caption]

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun