Sungguh, aku tak sampai hati menyaksikan pecahnya tangisan anak tuna rungu sepuluh tahun itu ketika berpisah dengan Ibunya. Sang ibu memeluk erat tubuh mungil anaknya. Lalu ia mengeluarkan sebuah origami berbentuk burung dari saku bajunya. Dengan ketulusan hati ia memberikan origami itu kepada anaknya. Dari pancaran netranya aku dapat menangkap naluri keibuan yang begitu besar pada jiwanya.
KEMBALI KE ARTIKEL