Mohon tunggu...
KOMENTAR
Worklife Pilihan

Dewasa Berarti Berani untuk Tidak Bahagia

12 Juli 2024   16:35 Diperbarui: 12 Juli 2024   16:39 94 10
"Aku harus gimana ya...?"
Biasanya empat kata itulah yang mengawali adanya diskusi dan telaah mendalam melibatkan beberapa sudut pandang yang sering disebut "curhat". Kata-kata itulah yang beberapa kali kudengar dari teman-teman ku, dan lebih sering kulontarkan sendiri akhir-akhir ini. Semakin dewasa, manusia semakin dihadapkan pada berbagai problematika yang menempatkan mereka di situasi dilema. 'Quarter Life Crisis' mereka bilang. Suatu fase dimana manusia menghadapi pilihan2 yang akan berdampak besar di masa depan. Sebuah fase menuju kedewasaan.

Saat dimana passion dan hasrat baru muncul, namun ada tanggung jawab yang harus dipikul. Tak jarang Idealis tergerus realistis. Seseorang pernah berkata padaku, "kedewasaan seseorang dilihat dari keputusan yang ia ambil dalam hidupnya". Mengambil keputusan yang tepat memang penting, tapi yang tak kalah penting adalah bagaimana respon kita terhadap hasil dari keputusan kita kelak. Apapun pilihan yang diambil, kegagalan dan keraguan akan selalu menjadi bagian dari perjalanan. Namun kegagalan bukanlah ujung jalan. Kegagalan berarti mengambil pelajaran. That's the point. Bagian yang paling sulit adalah merubah mindset dari "Tried and Failed" menjadi "Tried and Learned".

Dewasa bukan tentang hasil, tapi tentang proses. Dan siapapun yang berproses, pasti akan berkembang. Because there's no growth in the comfort zone. Dan lagi, berproses dalam kedewasaan memang tidak selalu menjanjikan kebahagiaan, tapi berproses sekarang akan mencegah dari penyesalan di masa depan. Luruskan niat, dan mulailah melangkah. Jika kau ragu pada rencanamu, mari berdiskusi. Tapi jangan pernah ragu untuk mulai berencana,- period.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun