Salah satu tradisi yang dilestarikan di Desa Wilulang, Kabupaten Cirebon ialah Festival Mapag Sri yang dilaksanakan pada masa-masa panen. Hingga tahun 2024 ritual mapag Sri diselenggarakan pada hari senin,14 juli 2024 dengan menggusung tema "Dengan Semangat Gotong Royong Menyongsong Kemandiran, Pangan PETANI SEJAHTERA, BANGSA BERWIBAWA " Tradisi Mapag Sri sebagai tanda wujud syukur masyarakat kepada tuhan yang maha esa dengan limpahan pemberian perternakan dan perkebunan. Menurut Dedeh Faridah mapag Sri merupakan sebuah jalan bagi masyarakat untuk selalu mengigat segala sesuatu, yang dimakan dan bisa dimanfaatkan adalah bentuk anugrah dari tuhan yang maha esa.
Jika dilihat dari bahasa Jawa, Mapag diartikan menjemput sedangkan Sri ialah padi. Jadi Mapag Sri berarti menjemput padi atau menjemput masa panen. Menurut kepercayaan  masyarakat sunda khususnya di Desa Wilulang mitos Mapag Sri dari nenek moyang ialah adanya Dewi Sri atau Nyi Pohaci Sanghyang, Sri sebagai simbol dari tanaman padi yang diagungkan. Dalam mitologi sunda dikatakan bahwa Dewi Sri saat upacara adat tidak hanya mengenai rasa Syukur menjelang panen, namun sebuah representasi dari peduli lingkungan dan menghormati Perempuan dengan adanya Dewi Sri.