Saya termasuk yang tidak pernah bergabung dengan para ibu relawan Bank Sampah untuk mengurus Bank Sampah tiap Rabu, karena kebetulan saya bekerja di kantor. Pada saat saya sedang berada di depan komputer di kantor, para ibu relawan ini sedang memilah sampah kering yang dihimpun warga. Semangat ibu-ibu relawan ini menggetarkan hati saya. Mereka bersedia meluangkan waktu untuk mengurus Bank Sampah di wilayah tempat tinggal kami, tanpa dibayar. Beberapa diantaranya masih memiliki balita. Saya sering terbayang, betapa repotnya membujuk anak balita, sementara ibu akan melaksanakan tugas memilah sampah.