Â
Pendekatan Tematik dan Ilmiah
Salah satu keunggulan kurikulum K-13 adalah pendekatan tematik terpadu yang digunakan di tingkat sekolah dasar. Hal ini memungkinkan siswa  untuk mempelajari secara komprehensif berbagai mata pelajaran  dalam  tema tertentu. Pendekatan ini membantu siswa memahami hubungan antar konsep dalam mata pelajaran yang berbeda, menjadikan pembelajaran mereka lebih bermakna dan kontekstual
Â
Selain itu, kurikulum K-12 juga menerapkan pendekatan saintifik dalam proses pembelajarannya. Pendekatan ini mencakup lima langkah utama: Mengamati, Mengajukan Pertanyaan, Mencoba, Berpikir, dan Berkomunikasi. Dengan menggunakan pendekatan ilmiah, siswa dilatih untuk berpikir kritis, melakukan penelitian, dan mengkomunikasikan hasilnya secara sistematis. Hal ini sangat penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa
Â
Penilaian Otentik
Kurikulum K-13 menekankan pentingnya penilaian autentik untuk mengukur kinerja siswa. Evaluasi skala penuh merupakan evaluasi menyeluruh dan berkesinambungan terhadap berbagai aspek seperti pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Penilaian ini memungkinkan guru untuk melacak pertumbuhan siswa secara lebih komprehensif dan memberikan umpan balik yang konstruktif untuk meningkatkan pembelajaran.
Â
Dalam penilaian autentik, siswa juga berpartisipasi dalam proses evaluasi diri dan  teman sejawat. Kegiatan ini mendorong siswa  untuk memikirkan lebih dalam tentang pembelajarannya sendiri dan menghargai kontribusi teman-temannya. Hal ini tidak hanya meningkatkan prestasi akademik siswa tetapi juga menumbuhkan sikap saling menghargai dan bekerja sama
Peran guru sebagai fasilitator dalam kurikulum K-13, peran guru mengalami perubahan signifikan dari sekadar penyampai informasi menjadi fasilitator pembelajaran. Guru diminta lebih kreatif dalam merancang dan melaksanakan konten pembelajaran yang menarik dan bermakna bagi siswa. Guru juga harus mampu mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa dan memberikan pengajaran yang tepat untuk membantu siswa mencapai kompetensi yang diharapkan
Â
Sebagai fasilitator, guru perlu memberikan lebih banyak  kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Guru perlu menciptakan suasana kelas yang mendorong diskusi, eksplorasi, dan kolaborasi. Hal ini memungkinkan siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, berkomunikasi secara efektif, dan bekerja secara kolaboratif dalam tim
Tantangan dan Peluang
Meskipun kurikulum K-13 memiliki banyak manfaat, namun implementasinya juga menghadirkan tantangan. Salah satu tantangan terbesarnya adalah apakah guru bersedia mengadopsi pendekatan dan metode pembelajaran  baru. Oleh karena itu, perlu adanya pelatihan dan dukungan yang intensif terhadap guru agar  dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.Â