Duduk di kursi nomor 17 & 18 bus Hariyanto saya menikmati perjalanan ke Yogyakarta bersama perempuan yang saya sayangi. Bus besar dengan perjalanan setengah hati melaju tak seperti biasanya. Lambat didukung dengan guncangan di setiap jalan yang dilalui tak ubahnya sebuah perjalanan dari desa ke desa bukan dari antar kota dan antar provinsi. Inilah kearifan lokal jalan raya di Indonesai perbaikannya sepanjang masa.
KEMBALI KE ARTIKEL