Mohon tunggu...
KOMENTAR
Inovasi

Kata Siapa Kita Tak Mampu Boikot Produk Israel?

1 September 2014   19:46 Diperbarui: 18 Juni 2015   01:54 220 0
Menarik sekali saat dulu aku pernah berkata ke salah seorang teman : "Jangan minum Aq**, itu produk danone yg keuntungannya untuk membiayai perang israel membantai rakyat palestina"
Trus dia malah membantah, km itu nggak bakalan bisa hidup tanpa produk orang yahudi, PC buatan yahudi, HP buatan yahudi, facebook milik orang yahudi, dll Jangan terlalu idealis...


Saat itu pikirku, memang kata2 dia itu ada benarnya juga. Mungkin kita terlalu naif dan munafik kalo mau memboikot produk israel. Kan kita sendiri yang butuh produk mereka, klo bener2 kita yg malah diboikot mereka gimana?

Sampai suatu saat ku mendengar ceramah dari salah seorang ulama yg menceritakan tentang Sirah Nabawi tentang saat dulu pada waktu cerita hijrah dari makkah ke madinah.

Dulu, saat Rasulullah SAW dan Para SahabatNya hijrah dari makkah menuju madinah itu dengan tangan kosong tidak membawa apa-apa karena para kafir Quraisy melarang mereka membawa Harta benda mereka tuk dibawa menuju madinah.

Jadilah, beliau dan para sahabatnya sampai madinah itu dalam keadaan miskin. Kemudian Rasulullah SAW mempersaudarakan antara sahabat anshor dan sahabat muhajirin. 1 sahabat muhajirin dipersaudarakan dg 1 sahabat anshor. Persaudaraan diantara keduanya sangat erat dan indah. Bahkan, persaudaraan mereka melebihi saudara kandung. Yang istimewa adalah Sahabat anshor membagi semua hartanya menjadi 2 bagian. 1 bagian untuk sahabat muhajirin dan 1 bagian untuk dirinya sendiri. Kalau sahabat anshor mempunyai sebidang kebun, mereka bagi 2, kalo punya rumah mereka bagi 2 dan kalo punya harta mereka pun bagi 2.

Sekalipun begitu, Sahabat Muhajirin tahu diri shg tidak mau begitu saja menerima pemberian sahabat anshor. Hal ini ditunjukkan oleh salah seorang sahabat yg bernama Abdurrahman Bin Auf, salah seorang saudagar kaya di makkah tapi saat hijrah seluruh hartanya ditinggal di makkah shg menjadi seseorang yg miskin di madinah.

Saat Abdurrahman bin Auf RA ditawari separuh harta oleh saudara anshornya beliau menolak dengan halus, dan hanya mengajukan pertanyaan " wahai saudaraku, dimanakah letak pasar madinah ?" Oleh karena Abdurrahman bin Auf adalah mental bisnisman, setelah beliau pergi ke pasar untuk mensurveynya dan setelah mengetahui kondisi dan segmen pasar,akhirnya beliau memutuskan untuk berbisnis.

Jejak Abdurrahman bin Auf ini pun diikuti oleh Sahabat muhajirin yg lain yang selama di makkah memang pandai berdagang dan menjadi saudagar yg kaya di makkah dulu pada saat sebelum hijrah.

Saat itu, Pasar madinah dikuasai oleh orang2 yahudi. semua yang berdagang di pasar adalah orang yahudi, sedangkan umat islam kala itu hanyalah menjadi buruh kuli dan sbg pembelinya. memang sejak jaman dahulu sampai jaman sekarang, orang yahudi menguasai perekonomian di masyarakat. Dan yang paling parah adalah saat itu, sudah menjadi kelaziman mengenai Riba'. Waktu itu, Umat islam yang mau hutang dg orang yahudi (secara kan mereka yg jd orang kaya) pasti harus membayar beserta Bunganya.

Singkat Cerita, setelah Abdurrahman bin Auf RA memutuskan untuk ikut berbisnis dan berdagang yang kemudian diikuti oleh para sahabat yg lain, perlahan namun pasti dominasi pasar yahudi semakin berkurang karena seiring bertumbuhnya agama islam di madinah yg semakin pesat, umat muslim semakin bertambah banyak. dan umat muslim di madinah kala itu lebih senang berbelanja ke sesama umat islam. semua kebutuhan mereka pasti membelinya di toko2 milik orang islam.
Umat muslim madinah kala itu mempunyai prinsip = "SELAGI SAUDARA MUSLIM KAMI MASIH DAPAT MENYEDIAKAN SEGALA KEPERLUAN DAN KEBUTUHAN KAMI, MAKA KAMI HANYA BERBELANJA KE SESAMA UMAT ISLAM"

Ya, kalau hal ini dibilang SARA Ya, memang ini SARA.
Ya, kalau hal ini dibilang DISKRIMINATIF Ya, memang ini DISKRIMINATIF.

Tapi, dalam ilmu ekonomi. hal ini adalah diperbolehkan karena Pembeli adalah Raja, Seorang Pembeli bebas untuk berbelanja kemana saja yang mereka sukai tanpa ada yang boleh MEMAKSANYA.

Dengan Kondisi seperti itu, Secara otomatis lama kelamaan Para Pengusaha Yahudi itu Gulung Tikar Alias Bangkrut karena Tidak ada yang mau membeli ke toko mereka. Masyarakat madinah hanya mau berbelanja dan bertransaksi ke sesama umat islam.

Hanya dalam tempo 2 tahun Sejak saat itu, muncullah para saudagar baru MUSLIM di MADINAH menggeser posisi saudagar2 Yahudi seperti : Abdurrahman bin Auf, Amr bin Ash, Utsman Bin Affan Radhyallahu anhum dll..

Apa setelah menjadi kaya, ABdurrahman bin AUf RA menjadi lupa dan sombong ? jawabnya : TIIDAAK.. !
bahkan beliau adalah salah seorang penyumbang zakat dan sedekah terbesar ke umat muslim kala itu. begitu juga dengan Utsman bin Affan RA yang dikenal pribadi yg sangat dermawan, pernah membeli sumur-sumur orang yahudi yang kemudian untuk di wakafkan ke umat islam pada saat terjadi kekeringan. dan Kalau ada saudara muslim yg sedang butuh uang, para saudagar muslim yg kaya tsb dg mudah meminjamkan uangnya dan kalaupun orang tsb benar2 tak mampu untuk membayar, mereka dg rela hati MENGIKHLASKANnya. Subhanallah...

Teman-temanku, mungkin cerita diatas akan dianggap SARA, DISKRIMINATIF, CURANG atau sebutan-sebutan yang lain bagi sebagian orang. Namun, strategi ini adalah sah-sah saja dalam dunia perekonomian.

Bisakah, hal ini kita terapkan di jaman sekarang terutama di indonesia ini ??
Sudahlah...jangan berpikir, nanti keENAKan umat islam yg profesinya berdagang kalo gitu. Sebab, kalo kita jadi boikot produk2 israel, bisa-bisa mereka jadi kaya mendadak dong !

Sudahlah...Sudah. Hilangkan Rasa iri dan dengkimu ke sesama saudara muslimmu. Lagian, kalo mereka jadi kaya kan kekayaan mereka untuk umat islam juga. Kok bisa ? iya....mereka kalo kaya kan kena kewajiban zakat. semakin hartanya bertambah, zakatnya jg bertambah, ada zakat maal, zakat perniagaan, zakat pertanian dll.
dan semua hasil zakat mereka kan juga untuk umat juga.
Coba kalo yang kaya itu orang2 non muslim, apa ada kewajiban zakat ?
Nggak ada kan ?? kalo gitu kekayaan mereka kira2 untuk apa ya ?
Ya, salah satunya adalah untuk membiayai perang israel ke palestina.
Astaghfirullahaladziim...

Pasti ada yg nggak percaya, masak sih perusahaan2 tsb menyumbang israel untuk membiayai perang melawan palestina? mana buktinya?
Ya Allah..itu sdh bukan rahasia lagi, coba googling aja, banyak kok beritanya. jangan minta tunjukin...cari sendiri ah. MANJA !

Oke, sampai ke bagian akhir ya...
Disini sy sampaikan, sy menulis ini bukan untuk sok-sokan atau gaya-gayaan tuk boikot produk israel, tapi disini sy ingin mengajak diri sendiri dan teman2 untuk lebih memperhatikan nasib umat islam terutama di indonesia. Jangan kalo sedang tanggal muda punya uang banyak, perginya ke Mall-Mall, Shopping kesana kemari, makannya di Mac D atau KFC tapi kalau sedang tanggal tua nggak punya uang malah perginya ke Warung Makan Ibu Atun atau Toko milik Pak Haji karena bisa NGUTAANG. Astaghfirullah, pantess aja tokonya pada bangkrut, ternyata kebanyakan orang yang utang. hehe...

Nah, kalo di tokonya pak haji boleh ngutang, apa kalo kita di Mall boleh utang ? NGGAK BOLEH KAN ?
So, kalo Tokonya Pak Haji semakin maju berkembang, kira2 kalo kita mau ngutang boleh nggak? Pasti boleh kan (asal bukan haji muhidin aja..haha)
Yuk kita mulai membantu saudara2 kita dg cara membeli produk2 mereka, sebenarnya rakyat indonesia itu mampu mandiri kok kalo sesama kita mau membeli produk2 rakyat indonesia sendiri...

Yuuk kita boikot produk2 mereka yg "memang bisa kita hindari" !!

Kalaupun belum bisa memboikot, paling tidak Yuuk sebisa mungkin produk2 mereka kita hindari !!!

Mulai saat ini : Yuuk Ganti aja KFC atau Mac D dengan Ayam Goreng Bu Suharti atau Bebek Goreng Haji Slamet, Ganti Coca cola dengan Legen atau bir pletok, Ganti Aqua dengan Aquaria, Club, Kh-Q atau E-Miracle dll...

Ajak teman2 yang lain untuk ikut gerakan untuk MENCINTAI PRODUK - PRODUK INDONESIA . . .

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun