Jika dulu Perempuan di tindas, di abaikan dan bahkan terasingkan dari kehidupan yang di miliki, bahkan tidak jarang di jejalkan dengan persoalan-persoalan domestic yang akhirnya bertumpu pada rutinitas sekitar dapur, sumur dan kasur. Seperti halnya kekerasan dalam rumah tangga juga kerap kali di hadapi. Segelintir persoalan itu baru di lingkungan rumah tangga, belum di ruang lingkup yang lebih besar sperti tatanan negara. Jika di inggris pada tahun 1912 perempuan-perempuan tidak di izinkan untuk ikut campur di bidang politik, maka munculah pembrontakan demi menuntut hak pilih untuk kaum perempuan.
KEMBALI KE ARTIKEL