Malam itu ketika saya bertemu Mariel, saya tidak pernah membayangkan bahwa itu akan menjadi kali terakhir saya bertemu dengannya. Segalanya tampak normal, bahkan sempurna. Langit diwarnai dengan warna jingga tua, angin sepoi-sepoi dan aroma kopi yang baru diseduh melayang di udara, seolah alam semesta sedang melukiskan adegan perpisahan tanpa aku sadari.
KEMBALI KE ARTIKEL